Kamis, 28 Maret 2013

Jiwa yang Hilang

Otak saya mulai membeku,entah kenapa saya merasa seperti robot,membuat sistem kemudian ikut dalam sistem tersebut. Saya butuh tantangan baru,bahkan saya pun hampir lupa cara untuk menulis.

Kalimat kalimat diatas akhir-akhir ini selalu muncul dalam pikiran saya,sudah saatnyanya saya memberanikan diri untuk melepas usaha ini.2 tahun menjalani dengan segala tekanan,kerugian dan keutungannya dan dibalik semua kisah lainya yang harus saya simpan. Sudah cukup rasanya saya membuktikan diri.

Saya butuh panggung yang benar-benar bisa jadi aktualisasi diri saya,bukan hanya sebatas materi tapi ada jiwa yang hilang ketika saya harus tetap disini. 7 tahun membangun mental,percaya diri,saya tidak ingin semua nya berakhir dengan keinginan untuk memiliki materi yang melimpah.Bagi saya materi itu hanya "reward' dari apa yang saya kerjakan bukan tujuan utama dalam berusaha.

Saya ingin jiwa saya kembali.


Rabu, 27 Maret 2013

Pendosa

Manusia yang setelah sekian lama hidup tapi tak pernah bersyukur.
Itulah aku,pendosa yang setiap terjepit mengadu pada-Mu.
Mengaku dengan yakin beragama tapi selalu memainkan nya dalam ruang logika.

Tapi aku sampai di satu batas ke ikhlasan ku.
Disaat menyadari dosa-dosa ku.

Titik yang membuat ku berfikir bahwa kekuatan yang kau berikan itu berbatas.
Bukan juga karena aku punya pengharapkan padaMu

Selasa, 27 Maret 2012

Sahabat-sahabat terbaik ku ( 2 )

Aku sudah tak sabar lagi menceritakan tentang sahabat ku yang satu ini, dimulai dari request wanita pilihan hatinya yang memberi comment di tulisan ku sebelumnya, ditambah dengan kisah hidup ku denganya dalalm perjalananku menggapai dunia.

Dicky, itulah nama sahabat ku ini. Aku mulai mengenal nya ketika kelas 3 SD,saat itu dia menjadi pesaing ku dalam memperebutkan juara umum, Perlahan-lahan naluri Intelegent ala CIA ku mulai bertanya siapakah dicky?karena bisa dibilang aku tidak begitu mengenal seluk-beluk keluarganya,selidik punya selidik, berdasarkan investigasiku pada ayah ku, ternyata kita punya hubungan saudara. Dia mulai memanggil ku "uncu". Dikarenakan jarak umurku dengan nya yang tidak begitu kentara. Berangsur-angsur panggilan itu mulai hilang saat SMA.

Dicky dan SD 01 pasar tiku, ketika ku mengingat kedua nya, aku teringat kisah cerdas cermat antar SD tingkat Kecamatan tanjung mutiara. aku,dia dan rahman menjadi utusan SD 01 tiku. Kita harus menerima kekalahan di final secara menyakitkan karena di curangi oleh panitia yang kebetulan SD nya menjadi finalis. Namun dihati kami dan hati peserta lain kamilah juara nya. Dan pada akhirnya tetap kita bertiga dan surya yang mewakili Kecamatan untuk Olimpiade yang dipimpin oleh pak Zainal(alm). Kenangan itu masih tersimpan rapat di otak ku. Wuhhh,

Dicky "the second leader". itulah yang sering terjadi antara ku dan dia. Sejak kelas kita bergabung dikelas 6, dia harus merelakan jabatan ketua kelas kepada ku. pernah pada suatu saat ketika aku menjadi pemimpin upacara, dia harus mengantikan aku di saat upacara masih berjalan dikarenakan aku hampir jatuh pingsan yang disebabkan oleh teriknya matahari ditambah perut ku yang belum diganjal dengan sarapan. Tidak hanya sampai persaingan ku dengannya. Persaingan itu juga terjadi dimata pelajaran, itu terlihat pada nilai Ebtanas kami, dia sekali lagi harus merelakan posisi pertama pada ku.baru kami sadari sekarang ternyata sampai saat ini sifat korelis ku lebih dominan darinya.

untung nya kita tidak pernah bersaing dalam wanita,aku punya cita rasa dan selera yang berbeda, ahh,,lagi-lagi sudah lah.mata ku tak kuat menahan kantuk setelah lelah seharian ini




Jumat, 02 Juli 2010

Surat Cinta untuk Ayahnda Tercinta


Kepada Ayahnda tercinta dikampung sana.

Assalamualaikum WW.

Apa kabar ayahnda di kampung?semoga ayahnda dan ibunda dalam keadaan sehat wal afiat. ahamdulillah Ananda di sini dalam keadaan sehat atas doa-doa ayahnda dan ibunda yang selalu mengiringi setiap langkah ananda.

Ayahnda tercinta, ananda memohon maaf bila ananda terpaksa mengirim surat ini seolah-olah ananda begitu sibuk sehingga tidak bisa memberikan kabar kepada keluarga. Tapi surat ini hanyalah sebagai penyampai rasa rindu ananda kepada keluarga. Sudah begitu lama rasanya ananda tak berkirim surat pada ayahanda, yang dikalahkan oleh sms dan panggilan telpon, bahkan ananda hampir lupa bagaimana menguntai kata-kata terindah untuk ayahanda tercinta.

Ayahanda, diluar sana terik matahari memancarkan cahaya di sela-sela jendela kamar ananda. Semoga cahaya ini menjadi pesan kehangatan untuk ayahnda dikampung.Ayahnda-lah inspirasi di saat Ananda patah semangat. Ayahnda, Maafkan ananda karena sampai saat ini ananda belum bisa berada dirumah, membantu kakanda untuk mempersiapkan resepsi pernikahannya.

Satu persatu anak-anak ayahnda telah memegang tanggung jawab nya masing-masing, sementara ananda masih berjuang untuk menyelesaikan study ananda. maafkan ananda yang mencoba mencari jalan sendiri. Hanya ucapan terima kasih yang bisa ananda sampai untuk ayahnda dan keluarga tercinta atas kesabaran keluarga tercinta dalam menghadapi ananda.

Hanya ini rangkaian kata-kata yang bisa ananda tulis pada ayahnda dan keluarga tercinta. Semoga 7 hari lagi ananda bisa bisa bertemu dengan ayahnda dan keluarga di kampung dan di rumah demokrasi kita. salam rindu dari anakmu di sudut sempit jatinangor.

Wassalam W.W

Senin, 12 April 2010

Untuk mu guru Hidupku (1)

Setelah sekian lama aku tak menulis lagi tentang dirimu Malam ini aku harus merelakan jari dan pikiranku untuk melukiskan tentang kau dan aku. Hampir 25 tahun kau telah membesarkan ku. Selama ini aku selalu mempertahankan egoku dengan jalan yang ku ambil. Kau tak pernah menghalangi apa yang kuinginkan. Ku mulai dari sebuah nagari kecil di bagian barat pulau sumatera, aku menimba ilmu dari sebuah SD favarit kampung ku. bukan maksud ku untuk menyombong. Tapi sudut nagari itu terlihat kecil untuk mengeksplorasi pikiran ku. Berbagai prestasi ku persembahkan untukmu. Dan juara kelas telah menjadi langganan dalam rapor yang berwarna putih itu.


Perlahan ku coba untuk melangkahkan kaki ku dalam menimba ilmu. Di masa akhir pendidikan dasarku, ku coba untuk memulai bermimpi. “Ayah, Aku ingin seperti Habibie’. Sebuah kalimat untuk mewakili sejuta mimpi ku. Entah sejak kapan aku mengenal habibie?.berjumpa pun tak pernah apalagi untuk mengenal nya. Tak lebih aku hanya tahu sepak terjangya dari sebuah Televisi hitam putih 17 inch yang selalu kami tonton bersama dan siaran favorit kami satu-satunya yaitu televisi kebanggaan negeri ini.


Pesantren Gontor adalah tujuan ku selanjut untuk mencapai semua mimpi ku.Terlahir sebagai anak bungsu, keluarga tidak siap untuk melepas ku begitu jauh..Konsensus keluarga ku akhirnya merelakan ku untuk menuntut ilmu di pesantren HAMKA.Yang sekolahnya ku kenal dari sebuah iklan di salah satu kolom Koran yang setiap hari ku antarkan keliling kampung untuk mencukupi biaya hidup keluargaku. Maklum kami sekeluarga harus berjuang hidup untuk menambah gaji PNS yang menjadi penompang hidup Yahhh..akupun tak bisa berkecil hati.setidaknya aku masih bisa mencicipi pesantren walaupun itu tidak di Gontor.








Senin, 25 Mei 2009

"Usia produktif, facebook dan kesemrawutan bangsa ini"



Beberapa malam yang lalu saya dikunjungi oleh seorang teman yang datang dari seberang pulau sana, beginilah nikmat nya berteman, walaupun jauh silaturahmi tetap kita jaga.(udah kaya ustad aja). Seperti biasa obrolan kami tak jauh mengenai perjalanan hidup kami masing-masing, kebetulan dia sudah bisa dibilang mapan dan mencapai apa yang di cita-citakanya. Sementara saya masih keasikan menjadi mahasiswa (hehe,sedikit curhat ni).

Lama kelamaan obralan kami mengarah mengenai waktu produktif. Karena kebetulan saya lagi "login" di salah satu situs jejaring yang lagi ngetreng saat ini. Hitung punya hitung ternyata usia produktif saya telah di renggut (dengan logat bang napi) )oleh salah satu situs jejaring tersebut.

Begini hitung hitungan saya dan dia,sebut saja namanya "parno". (bukan nama sebenarnya).hahah.kok kayak salah satu majalah yang pernah populer di zaman saya SMA dulu ya,majalah yang suka dijual dalam amplop tertutup di terminal andalas padang,yang namanya mirip dengan salah satu lembah di payakumbuh

Okey,"mari kita Lanjutkan" hitung-hitungannya. saya ambil asumsi minimalnya, dalam satu hari saya bisa menghabis 4 jam untuk login di situs jejaring tersebut.dalam satu minggu ada 7 hari. berarti saya sudah menghabiskan (4X7=28jam)28 jam dalam seminggu hanya untuk situs jejaring ini. artinya saya membuang 1 hari lebih usia produktif hanya untuk login di situs tersebut. Wahhh, "gila aja lu" begitukah tangguhnya candu yang bernama facebook tersebut? Kemudian dia melanjut kan. Bayangkan dan hitung lah itu dalam satu bulan dan satu tahun. Berapa usia produktif yang saya pakai hanya untuk situs tersebut.begitu lah hitung-hitungan saya dengan si parno.

Sebelum saya bertemu dengan si parno,kita (saya dan beberapa teman saya yang sering menggunakan situs jejaring tersebut) juga pernah membahas nya ketika salah satu dari teman saya, sebut saja namanya "tejo" (wah.wah. kebayang lagi tu majalah) memberikan tautan mengenai ucapan CEO Google yang berbicara pada lulusan University of Pennsylvania, Amerika Serikat "Matikan Komputermu dan Jadilah Manusia!". Berbagai komentar datang bak banjir bandang situ gintung (hiperbola banget sih gw). Saya coba mengkontrol ce dan kontrol ve beberapa komentar di tautan itu, kebetulan sekali karna mereka blum menjadi orang yang terkenal sehingga saya tidak harus membayar royalti atas komentar mereka dan belum menjadi quote yang di kutip oleh para penulis (mudah-mudahan mereka sukses,sukses untuk keluarga dan lingkungannya.amin). Beginilah kira-kira komentar mereka:

"matikan hp..matikan komputer..marilah kita bersosiliasi secara langsung...pernah nonton WALL E kan ? tidak mau kan mengalami kejadian yang seperti yang digambarkan di FILM tersebut?"

"susah jack. Kluar duit beli HP biar bisa gampang menghubungi dan dhubungi. Mubazir dunk. Klo PC saya, mo dilipat ga bsa. Mo jalan" keluar ga ada teman, mw having fun sendirian, ga ad duit. Mo menikmati dunia, beban blom tuntas, psti kepikiran...hm hm hm.. akhrnya, i tried to be realistic..toh pke PC and HP nya jg ga berlebihan. Hahahaha, gmana dunk solusi klo kasus ky gtu."

Dan tadi pagi di salah satu UKM unpad yang pernah saya nahkodai beberapa tahun yang lalu, di evaluasinya, kami membahas tentang komunikasi organisasi yang sudah mulai kehilangan arah mengenai caranya yang lebih trend dengan memasang pemgumuman di kaca dan mading yang peruntukannya bukan lagi sebagai Majalah dinding. yang mengakibatkan "misscommunication." .saya jadi kepikiran apakah ini akibat kebiasaan menulis di wall seseorang?(ntahlah,hanya mereka yang tahu). Sehingga komunikasi dua arah antara individu tidak lagi menjadi suatu keharusan. Dan ketika perjalanan pulang saya bertemu dengan 2 orang yang sering saya temui di situs jejaring ini. Seketika saya berkomentar dengan quis yang dia ikuti dan pembicaraan mereka "wall to wall". Teman saya si tejo dengan kebiasaan cetusnya langsung mengeluarkan statment. "saat ini komunikasi verbal sudah tidak lagi menjadi ciri manusia".

Kenapa pas di paragraf ini saya akhirnya bingung sendiri ya? ternyata saya sudah menggunakan hampir stengah jam waktu saya hanya untuk menulis catatan yang ga penting ini. apalagi pikiran saya mulai digoda oleh goyangan dan suara aura kasih di salah satu TV swasta. Pikiran saya mulai menerawang kemana-mana,mulai dari menyelesaikan tulisan ini, sampai undang-undang pornografi dan pornoaksi yang sampai sekarang tidak tahu bagaimana implementasinya.

"HIDUP ADALAH PERBUATAN" begitulah bunyi kata-kata di salah satu "papan iklan" yang sering saya jumpai di jakarta dan bandung sewaktu masa "kampanye gelap" dulu sebelum KPU mengeluarkan peraturan Kampanye dan BAWASLU belum menerima anggaran untuk mengawasi jalannya Pileg. Ya sudahlah, tak ada habis nya untuk mengkritisi sesuatu. semoga saja saya bisa berbuat dengan apa yang katakan.Seperti apa yang dikatakan oleh salah satu capres yang mengklaim dirinya adalah pasangan nusantara "BANGSA INI BARU MAJU KALAU SUDAH SATU KATA SATU PERBUATAN".

selamat malam.


Kamis, 21 Mei 2009

Seandainya Indonesia tak pernah memiliki BJ. Habibie?

Pertanyaan itu muncul muncul seketika dalam pikiran ku. Ketika membaca dan mendengar jatuh nya pesawat jenis angkut berat angkatan udara Tentara Nasional indonesia. Beberapa hari sebelum hari kebangkitan nasional. yang menewaskan para tentara-tentara terbaik bangsa ini. Mereka mati sebelum berperang.hanya ucapan bela sungkawa yang bisa kupanjatkan saat ini. Semoga pengorbananmu memberikan arti bagi bangsaku untuk bangkit. "mati satu tumbuh seribu".

Masih teringat dalam pikiran ku,Ketika SD dulu. Burhanuddin jusuf habibie atau aku lebih mengenalnya dengan BJ. Habibie yang menjadi inspirasi bagi hampir seluruh rakyat indonesia. seketika para orangtua di negaraku ini berharap anak nya bisa menjadi insiyur seperti mu(habibie) dan diiringi dengan kemauan si anak. begitu juga yang terjadi pada ku,hanya ada satu kata di dalam otak ku ketika orang bertanya apa cita-cita mu nak?"insinyur". Dengan suara lantang aku mengeluarkan kata-kata itu sambil menambahkan kalimat "aku ingin seperti habibie,aku ingin membuat pesawat terbang". Yang sampai sekarang masih menginspirasiku.Saat itu.dibelahan lain negara ku ini, aku yakin anak-anak bangsa ini mempunyai cita-cita yang sama dengan ku.

Sekarang aku kembali berfikir, seandainya habibie tak pernah dilahirkan di negara ku. akankah ada orang lain yang menginspirasi ku,menginspirasi ku untuk berbuat lebih buat tanah lahir ini. akankah ada anak-anak di negara ku memiliki cita-cita untuk menjadi insinyur seperti mu.

Seandainya Indonesia tak pernah memanggil engkau (habibie) kembali ke tanah airku, akankah Indonesia memiliki badan-badan riset, seperti BPPT,LAPAN,LIPI,DLL yang anggarannya tak pernah melebihi kekayaan orang terkaya di negaraku.

Seandainya Indonesia tak pernah memanggil engkau (habibie) kembali ke tanah airku, akankah indonesia memiliki PT. DI yang sekarang fungsinya di kerdilkan oleh para penguasa dan pengusaha.

Seandainya Indonesia tak pernah memanggil engkau (habibie) kembali ke tanah airku, akankah indonesia memiliki BUMN strategis yang menjaga kedaulatan negara ini yang saat ini selalu bermasalah dengan kucuran kredit.

Sekarang aku tak berharap lagi engkau (habibie) menjadi kepala BPPT, ataupun Menteri RISTEK, bahkan Presiden sekalipun.

Aku hanya berharap bangsa ini memiliki putra-putri yang karakter sepertimu. bukan seperti para politisi dan presiden saat ini yang terlalu sibuk "tebar pesona" untuk mengangkat citra pribadi mereka di hari rakyat. Aku hanya berharap bangsa ini memiliki putra-putri yang bisa menciptakan kemandirian,menjaga kedaulatan bangsa. Agar negara ini tidak ada lagi ketakutan akan embargo. Agar singapura tidak "semena-mena" lagi kepada kita atau malaysia yang lupa kepada siapa dia belajar membaca dan menulis.

Ciloteh kamar kusam
Thursday, May 21, 2009 at 1:00pm